Selamat Datang di Website MIPAnet

The Joy of Discovery: Pidato Ilmiah Nobel Laureate Ben L. Feringa di ITB 2 Maret 2020

The Joy of Discovery: Pidato Ilmiah Nobel Laureate Ben L. Feringa di ITB 2 Maret 2020
Pemenang Hadiah Nobel dalam bidang Kimia 2016 Prof. Bernard L. Feringa pada tanggal 2 Maret 2020 memberikan Pidato Ilmiah yang memukau di Sabuga, Institut Teknologi Bandung (ITB) di depan sekitar 1300 orang: siswa, mahasiswa, guru, masyarakat umum dan dosen termasuk guru besar. Pidato ilmiah ini menuturkan tentang perjalanan karir akademiknya terutama dalam pergulatan melakukan penelitian di bidang kimia organik sintesis. Pidato ilmiah ini merupakan bagian dari penganugerahan doktor kehormatan oleh ITB kepada Prof. Ben Feringa.
 Ben Feringa yang dibesarkan dalam keluarga petani dengan 10 bersaudara semenjak kecil sudah menunjukkan kegemarannya untuk bertanya kritis tentang fenomena alam yang ditemui di sekitarnya.  Beliau adalah seorang warga negara Belanda, lahir pada tanggal 18 Mei 1951 dengan pendidikan sarjana dan pascasarjana ditempuhnya di Unievrsity of Groningen, belanda. Disertasi berjudul “Asymetric Oxidation of Phenols. Atropisomerism and Optical Activity” di bawah bimbingan Prof. Hans Wynberg  dan lulus tahun 1978.
 Di awal karirnya, Ben banyak bekerja di industri sebagai kimiawan organik sintesis yang mumpuni di Royal Dutch Shell Research Laboratory selama 6,5 tahun mulai tahun 1978 hingga 1984. Kemudian, dia diangkat sebagai dosen di University of Groningen dan diangkat sebagai professor tahun 1987. Setahun  kemudian, ia diangkat sebagai Profesor Unggul Jacobus van’t Hoff. Penelitian yang dikembangkan meliputi berbagai reaksi sintesa organik yang mempelajari transformasi molekuler dari satu bentuk ke bentuk lain dengan bantuan cahaya dan panas. Terutama dua arah yang dikembangkan, yakni: sintesis “saklar molekuler” dan “motor molekuler”. Komitmen dan kerja kerasnya selama 30 tahun dalam penelitiannya tentang “motor putar molekuler generasi pertama” mengantarkan Prof. Ben L. Feringa mendapatkan Nobel Prize di tahun 2016, bersama  Jean-Pierre Sauvage, University of Strasbourg, Perancis dan J. Fraser Stoddart, Northwestern University, Evanston, Amerika Serikat.
 Pidato Ilmiah ini disampaikan dengan gaya yang memukau dan sangat inspiring yang menggugah semangat generasi muda untuk menggeluti dan menyenangi sains terutama ilmu kimia.  Pemikiran dan karya orisinal Ben L. Feringa memberikan terobosan yang sangat menonjol, dampak yang luar biasa, dalam memajukan ilmu pengetahuan terutama dalam sintesa material organik untuk saklar molekuler dan motor molekuler. Menurut Dekan FMIPA ITB Prof. Edy Tri Baskoro: “Temuan Prof. Ben Feringa ini memiliki relevansi dan aplikasi dalam berbagai bidang, antara lain untuk penyimpanan data digital, fotofarmakologi, dan nanosains yang merupakan bidang-bidang yang sedang dikembangkan di ITB”.