Selamat Datang di Website MIPAnet

Notulen Rapat Kerja MIPAnet Parapat Sumatera Utara, 10 Oktober 2019

Notulen Rapat Kerja MIPAnet Parapat Sumatera Utara, 10 Oktober 2019

Download pdf here

Notulen Rapat Kerja MIPAnet
Parapat Sumatera Utara, 10 Oktober 2019

Tempat: Hotel Niagara Parapat, Sumatera Utara
Pukul: 13.30 – 17.30
Agenda Rapat

Hadir: terlampir

A. Pembukaan

Sekjen menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu Dekan Anggota
MIPAnet, wakil dekan dan para kaprodi dalam Rapat Kerja MIPAnet ini, serta terima kasih telah mensukseskan konferensi IMC-SciMath 2019. MIPAnet juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada FMIPA Universitas Sumatera Utara (Prof. Dr. Kerista Sebayang, sebagai dekan) atas kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan the 1st IMC-SciMath 2019. Demikian juga kepada Ketua Panitia IMC-SciMath2019 Saharman Dea, PhD. Konferensi ini merupakan komitmen kita semua, jadi kitalah yang harus mensukseskan konferensi ini.

Pada Rapat Kerja MIPAnet ini, kita akan mendengarkan perkembangan terakhir tentang LAMSAMA. Dalam hal ini, penjelasan akan diberikan oleh Dr. Melania Suweni, MT (ITS, LAMSAMA). Diskusi dan tanya jawab tentang LAMSAMA dilakukan. Selanjutnya, laporan tentang kegiatan MIPAnet di tahun 2019 hingga saat ini diberikan, termasuk laporan keuangan. Kemudian, program kerja MIPAnet 2020 dibahas.

B. Informasi tentang LAMSAMA

Informasi tentang Pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal
(LAMSAMA) diberikan oleh Dr. Melania Suweni MT. Informasi yang diberikan meliputi: visimisi dan tujuan LAMSAMA, lembaga pemrakarsa (termasuk MIPAnet dalam hal ini), dasar hukum, penetapan tim inti persiapan pendirian LAMSAMA (27 Jan 2017), milestone LAMSAMA, cabang ilmu yang masuk dalam LAMSAMA, Timeline LAMSAMA Agustus 2019-Juni 2021 (LAMSAMA mulai beroperasi diharapkan mulai bulan Feb 2021), Surat Persetujuan Menteri terhadap usulan pendirian LAMSAMA (No: T/496/M/OT.00.00/2019), rencana penyusunan instrumen dan pembiayaan. Setelah presentasi, dibuka diskusi dan tanya-jawab.
Beberapa topik yang dibahas dalam diskusi dan tanya-jawab meliputi:

  • Instrumen akreditasi. Diharapkan instrument akreditasi tidak terlalu jauh berbeda dengan instrument dari BAN-PT yang telah ada. Sosialisasi instrument sangat penting dilakukan untuk dapat menyiapkan prodi dan Fakultas dengan baik dalam proses reakreditasi.
    Sosialisasi hendaknya dilakukan segera. Perlu diperhatikan juga beberapa prodi
    yang segera harus reakreditasi pada tahun 2020. Benchmarking terhadap instrumen akreditasi internasional yang sudah established perlu juga dilakukan. Instrumen untuk subbidang perlu dipikirkan kembali keefektifannya.
  • Pembiayaan akreditasi. Adalah sangat diharapkan bahwa biaya akreditasi yang dikeluarkan oleh Fakultas/Sekolah dapat sekecil mungkin. Dalam hal ini, kehadiran atau peran serta pemerintah dalam pembiayaan sangat diharapkan, bila akreditasi merupakan suatu kewajiban bagi setiap prodi (bukan sukarela). Biaya akreditasi sekitar 25 juta dirasa sangat mahal. Kemampuan prodi/universitas sangat berbeda-beda. Perlu adanya subsidi dari pemerintah, atau perlu dicari cara-cara lain dalam pembiayaan tersebut.
  • Proses pendampingan. Ada beberapa peserta diskusi memandang perlu adanya proses pendampingan dalam akreditasi, sehingga prodi dapat memperoleh hasil yang diharapkan (memuaskan). Proses pendampingan dipandang sangat membantu prodi dalam akreditasi. Namun, menurut LAMSAMA, proses pendampingan harus dilakukan oleh Lembaga terpisah (lain). LAMSAMA tidak bisa bertindak sebagai lembaga pengakreditasi sekaligus sebagai Lembaga pemberi pendampingan. Mungkin MIPAnet atau himpunan profesi dalam bidang MIPA dapat berperan dalam proses pendampingan.
  • Iuran bulanan/tahunan. Adanya iuran bulanan/tahunan dipandang tidak perlu, karena akan mengurangi nilai independensi dari proses akreditasi.
  • Tindak lanjut. MIPAnet diharapkan dapat melakukan audiensi dengan Menteri atau dirjen terkait tentang akreditasi untuk menyampaikan pemikirannya tentang LAMSAMA dan pelaksanaan akreditasi prodi MIPA (terutama tentang pembiayaan, dll).

C. Laporan Kegiatan MIPAnet 2019

Untuk mengingatkan kembali, Sekjen menyampaikan Visi-Misi, Fungsi-Tujuan, dan Program MIPAnet. Selanjutnya, pelaksanaan program MIPAnet mulai dari Agustus 2018 hingga Oktober 2019 disampaikan, sebagai berikut:

Program 1. Penguatan kelembagaan MIPAnet, meliputi:

  • Konsolidasi dengan anggota,
  • Kerjasama antar anggota MIPAnet
  • Kerjasama dengan Majlis Dekan Sains & Matematik (MDSM) Malaysia
  • Penguatan website MIPAnet

Program 2. Peningkatan Kualitas Pendidikan MIPA di Indonesia

  • Penyelenggaraan MIPAnet schools
  • Pertukaran dosen dan mahasiswa (dilakukan secara bilateral masing2 fakultas)
  • Penyelenggaraan konferensi IMC-SCiMath (bekerja sama dengan FMIPA USU)
  • Sharing sessions untuk akreditasi dan standar

Program 3. Penyelenggaraan Rapat kerja dan Semirata

  • Rapat kerja selama 4 kali: ITB Bandung (25 Agustus 2018), Kuala Lumpur Malaysia (25-27 Jan 2019), UM Malang (11 Juli 2019), dan Parapat Sumut (10 Oktober 2019).
  • Semirata: Universitas Bengkulu (5-7 Juli 2019).

Program 4. Pengenalan dan Promosi Sains dan Matematika

Mendorong kegiatan promosi dan pengenalan sains dan matematika untuk generasi muda:

  • Pesta Sains IPB, Sehari Kuliah di FMIPA IPB (dilakukan setiap tahun)
  • Kuliah Umum FMIPA ITB (4 kali setahun, available di youtube)
  • Serta program2 lain di berbagai universitas…

Program 5. Peningkatan kerjasama internasional

  • Deans Summit dengan MDSM, di Kualalumpur 25-27 Jan 2019.
  • Penyelenggaraan the 5th ASDS di UM Malang, 9-11 Juli 2019
  • Aktif dalam pembentukan Asian Science Deans Association (ASDA)

Khusus tentang MIPAnet Schools 2019, kami laporkan bahwa selama 2019 kita memiliki 11 MIPAnet Schools. yang diselenggarakan di berbagai universitas di Indonesia. (lihat Tabel 1).

*Catatan: tanggal pelaksanaan untuk beberapa MIPAnet School mengalami perubahan.

Hingga saat ini, kita telah menyelenggarakan sebanyak 8 MIPAnet Schools. Kedelapan MIPAnet Schools ini terselenggara di beberapa universitas: Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Mulawarman (UNMUL), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Bengkulu (UNIB), dengan topik pembahasan yang beraneka ragam. MIPAnet Sekolah ini dihadiri oleh sebanyak 332 mahasiswa dari 102 universitas/institusi. Adapun pengajar delapan MIPAnet Schools tersebut ada sebanyak 37 dosen/peneliti dari berbagai universitas. Tabel 2 memberikan gambaran dari kedelapan MIPAnet Schools tersebut.

Tabel 2. Delapan MIPAnet Schools yang telah terselenggara periode Jan-Agustus 2019

Tiga MIPAnet Schools lagi akan diselenggarakan pada tahun 2019 ini. Ketiganya adalah: Green Composites (24-26 Oktober 2019, oleh FMIPA Universitas Kember), Pengukuran dan Simulasi Penyebaran Polutan dalam Lingkungan (4-10 Nopember 2019, oleh FMIPA Universitas Hasanuddin), dan Biodiversitas dan Konservasi (14-16 Nopember 2019, oleh FMIPA  Universitas Sriwijaya).

 

Pada kesempatan ini, Dekan FMIPA USU Prof. Kerista Sebayang dan ketua Panitia IMC-SciMath 2019 juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada para Dekan anggota MIPAnet yang telah memberikan dukungan penuh untuk terlaksananya konferensi IMC-SciMath 2019 dengan baik dan berkualitas. Juga kepada pimpinan MIPAnet. Sebagai laporan, peserta IMC-SciMath 2019 ada sebanyak 300 peserta, dengan jumlah makalah yang dipresentasikan sebanyak 158 makalah. Jumlah makalah terbanyak ada dalam bidang: life sciences (42), kimia (40) dan matematika (27). Makalah berasal dari 27 universitas di Indonesia.

D. Program Kerja MIPAnet 2020

Program MIPanet yang akan dilakukan pada tahun 2020 adalah:

  • Penyelenggaraan MIPAnet Schools 2020, dengan target 20 schools.
  • Penyelenggaraan konferensi the 2nd IMC-SciMath
  • Penyelenggaraan pertukaran dosen dan mahasiswa
  • Pembahasan iuran anggota MIPAnet

Usulan host untuk penyelenggaraan MIPAnet Schools 2020 adalah sebagai berikut:

  1. FMIPA UNPAD, Advanced Characterization for Material Science, Juli/Agustus
  2. FMIPA UNISBA, The Implementation of modeling Stochastic. Januari.
  3. FMIPA UNPAK, Introduction to data science for non-programmers, Maret
  4. Fmipa UNRI, Pengembangan Obat dari Tumbuhan Obat Tradisional, July/Agust
  5. Summer course program in herpetofauna & Sentinel Species (collaboration between FST UIN Malang & Chulalongkorn Univ) Juli-Agustus (1 Minggu)
  6. FST UIN SUSKA RIAU, Statistical and data mining
  7. UKSW Bidang Fisika
  8. TADULAKO Bidang Kebencanaan
  9. USU Bidang Biologi
  10. UNLAM Bidang Biologi
  11. UIN Surabaya Bidang Biologi
  12. UIN Jakarta Bidang Kimia
  13. UNS Bidang belum ditentukan.

Sedangkan untuk penyelenggaraan konferensi the 2nd IMC-SciMath disepakati sebagai host konferensi ini adalah Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana), dan konferensi akan diadakan di Labuhan Bajo.
Penyelenggaraan pertukaran dosen dan mahasiswa dapat dilakukan secara sistematis untuk meningkatkan kualitas SDM dan menopang kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

E. Iuran Anggota MIPAnet
Iuran anggota MIPAnet untuk mulai tahun 2020 disepakati sebesar Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) per tahun.

F. Lain-lain

Dalam Rapat Kerja ini juga telah ditandatangani Memorandum of Agreement (Naskah Kesepakatan) antar Fakultas anggota MIPAnet. Naskah kerjasama ini meliputi bidang
Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta pengembangan dosen dan tenaga kependidikan.

G. Penutup

Atas nama MIPAnet, kami mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota MIPAnet yang telah hadir dalam Rapat kerja ini serta berpartisipasi aktif dalam acara konferensi the 1st IMC-SciMath di Parapat, Sumatera Utara. Kepada FMIPA USU, kami juga menyampaikan penghargaan yang tinggi atas suksesnya penyelenggaraan konferensi IMC-SciMath dengan baik dan lancar. Semoga Raker dan konferensi ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua dan juga kepada masyarakat MIPA di Indonesia.
Bandung, 30 Oktober 2019
Sekretaris Jenderal MIPAnet
Prof. Dr. Edy Tri Baskoro