Selamat Datang di Website MIPAnet

Tentang MIPAnet

Mukadimah

Bahwa keanekaragaman pandangan Lembaga – Lembaga Pendidik­an Tinggi bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) terhadap hakekat MIPA sangatlah tidak menguntungkan bagi perkembangan pendidikan secara umum di Indonesia. Oleh karena itu, pertumbuhan bidang MIPA di Indonesia diharapkan dapat memberikan terciptanya lembaga yang berkualitas, bermartabat dan mampu memberikan kontribusi secara optimal kepada masyarakat sesuai dengan tuntutan dan perkembangannya.

Menyadari keadaan seperti itu, maka MIPAnet bertekad untuk mem­perjuangkan kepentingan bersama semua Lembaga Pendidikan Tinggi bidang MIPA yang menjadi anggotanya, atas dasar :

  1. Setia kepada nilai-nilai universal dan nilai-nilai bersama
  2. Saling menghormati
  3. Menjunjung tinggi integritas, sinergi dan kebersamaan
  4. Tekad untuk memberikan yang terbaik bagi perkembangan pendidikan pada umumnya, bidang MIPA pada khususnya di Indonesia

Latar Belakang MIPAnet

Secara formal, peran perguruan tinggi dalam turut serta memberdayakan dan mengembangan pendidikan dan pembelajaran MIPA secara nasional telah dimulai sejak berakhirnya Perang Dunia II. Sebenarnya, jauh sebelumnya pemerintah Hindia Belanda telah mengidentifikasi bahwa kelemahan dalam bidang MIPA merupakan faktor pembeda insinyur lulusan TH te Bandung dengan insinyur lulusan TH te Amsterdam.

Dalam dua dekade terakhir, upaya yang sangat terarah telah dilakukan pemerintah, dalam hal ini Depdikbud/Depdiknas. Tak terhitung berapa dana yang telah dialokasikan dan berapa banyak pakar yang telah dilibatkan oleh pemerintah dalam upaya tersebut. Selama 3 (tiga) tahun, dari 1996 hingga 1999, Bapak Prof. Dr. Maman A. Djauhari ikut berpartisipasi dalam Higher Education Project sebagai Academic Advisor bidang Matematika di 9 (sembilan) perguruan tinggi berikut.

1.  Universitas Negeri Jenderal Soedirman

2.  Universitas Negeri Jambi

3.  Universitas Negeri Bengkulu

4.  Universitas Negeri Jember

5.  Universitas Negeri Mataram

6.  Universitas Negeri Halu Oleo

7.  Universitas Negeri Tadulako

8.  Universitas Negeri Nusa Cendana

9.  Universitas Negeri Cenderawasih

Selanjutnya, sebagai Dekan FMIPA ITB, sejak tahun 1997 hingga 2000 Bapak Prof. Dr. Maman A. Djauhari terlibat dalam Forum Kerjasama 9 (sembilan) perguruan tinggi ; Simon Frazer University canada, UNCEN, UNPATTI, UNTAD, UNSRAT, UNHAS, UGM, IPB dan ITB.

Kedua kesempatan berskala nasional tersebut dimanfaatkan untuk :

  1. Lebih memahami kekuatan, kelemahan, tantangan dan peluang yang dimiliki lembaga-lembaga pendidikan tinggi  bidang MIPA secara nasional.
  2. Menumbuhkan pemahaman bersama rekan-rekan dekan yang lain tentang pentingnya menumbuhkan, memupuk dan membina persatuan dan kesatuan di antara lembaga-lembaga pendidikan tinggi MIPA.

Setelah mengamati perkembangan kegiatan keMIPAan secara nasioanal, tampaknya akselerasi pemberdayaan dan pengembangan pendidikan dan pembelajaran MIPA belumlah menggembirakan. Pada saat itu, lembaga-lembaga pendidikan tinggi bidang MIPA belum mempunyai VISI dan MISI yang dapat dijadikan pegangan bersama dalam mengupayakan/memperjuangkan kepentingan bersama. Lembaga-lembaga tersebut, sebagai lembaga ilmiah yang diberi tanggung jawab untuk melaksanakan Tridharma dalam bidang MIPA, secara bersama-sama perlu mencari jawaban terhadap berbagai hal yang menyangkut kepentingan bersama. Tanggung jawab itu meliputi tanggung jawab yang berimbang dalam pendidikan dan pembelajaran, penelitian, pengembangan, penerapan dan penyebarluasan hasil-hasilnya bagi kepentingan masyarakat dan bangsa.

Dalam tanggung jawab itu melekat tanggung jawab akan mutu, produktifitas dan efisiensi lembaga pendidikan tinggi bidang MIPA.

Berbekal pandangan dan pemikiran tersebut di atas, sebagai Dekan FMIPA ITB, awal tahun 1999 Bapak Prof. Dr. Maman A. Djauhari mengundang semua Dekan FMIPA, Dekan FBIO, Kepala UPT MIPA serta beberapa Dekan FMIPA untuk mendiskusikan pandangan dan pemikiran itu. Pada tanggal 5 dan 6  Maret 1999, 42 orang pimpinan yang berasal dari 26 lembaga FMIPA, FBIO, FPMIPA dan UPT MIPA dari seluruh Indonesia telah berlokakarya menjajagi pembentukan Jaringan Kerjasama  Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi MIPA yang selanjutnya disebut MIPAnet. MIPAnet ini dimaksudkan semata-mata untuk mengokohkan jaringan kerjasama ilmiah dan akademis di antara lembaga-lembaga pendidikan tinggi MIPA di seluruh nusantara, yang pada gilirannya dapat lebih meningkatkan akselarasi pemberdayaan dan pengembangan pendidikan dan pembelajaran MIPA di tanah air untuk kemanfaatan dan kesejahteraan masyarakat dan bangsa. Untuk selanjutnya lokakarya itu disebut Lokakarya I. Dalam lokakarya ini FMIPA ITB bentindak sebagai tuan rumah dan fasilitator.

Visi MIPAnet

MIPA-net merupakan lembaga yang handal dan berpengaruh di dalam negeri dan diakui keberadaannya di luar negeri.

Misi MIPAnet

  • Memberikan konstribusi dalam kebijakan tentang ke-MIPA-an kepada pemerintah dan masyarakat
  • Memfasilitasi kerjasama antar anggota dan antara anggota dengan pihak luar dalam upaya meningkatkan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi dalam bidang MIPA
  • Memfasilitasi pengembangan institusi anggota MIPAnet

Fungsi

  • Menampung dan memasyarakatkan aspirasi dan pemikiran-pemikiran anggota MIPAnet
  • Forum komunkasi lembaga pendidikan tinggi MIPA
  • Wadah pemberdayaan lembaga pendidikan tinggi MIPA se Indonesia

Tujuan

  • Meningkatkan kualitas sumber daya keilmuan dan kependidikan MIPA
  • Memperjuangkan kepentingan bersama
  • Meningkatkan peran MIPA di Indonesia